Bismillah Mari Kita Memilih : Partai Bulan Bintang No. 27
Jul. 15th, 2008 | 06:55 am
Link | Leave a comment | Add to Memories | Tell a Friend
Partai Bulan Bintang Siagakan Vote Getter untuk Menggelembungkan Suara Pada Pemilu 2009 nanti
Jun. 21st, 2008 | 02:24 pm
location: Lumajang
mood:
happy
Menggelembungkan suara menjadi kata kunci untuk menjaga keberlanjutan perjuangan partai dalam menyuarakan aspirasi rakyat dan ummat sebagaimana salah satu mottonya "BERMANFAAT BAGI RAKYAT".
Saat ini Partai sangat serius membenahi permasalahan ini dengan menjalin komunikasi, silaturrahim dan roadshow ke sejumlah daerah untuk konsolidasi dan memperkuat jaringan partai. Selain memperkuat basis massa di pesantren, Partai juga mengagendakan rekrutmen terbuka dan seluas luasnya bagi pengurus, calon kader dan bakal calon legislatif sebagai mesin - mesin penggerak partai pada pemilu mendatang.
Selain itu Partai juga membutuhkan tenaga - tenaga vote getter yang bersih, berkemampuan, dan dipercaya oleh masyarakat. Vote Getter ini penting untuk menjalankan Multi Level Duplicating, duplikasi efektif atas jaringan partai yang sudah ada selama ini.
Vote Getter bisa datang dari kalangan Tokoh Muda, Tokoh Masyarakat, Kyai dan Ulama, Tokoh Pendidik dll yang secara khusus direkrut oleh partai dalam rangkaian Program Pemenangan Pemilu, Vote Getter juga berfungsi menata jaringan internal partai dan menyiapkan sebuah Support System yang mendukung program Multi Level Duplicating.
Dalam Forum Silaturahim Ulama dan Tokoh Masyarakat di Jember 7 Juni 2008 yang lalu terungkap pentingnya Vote Getter ini, selebihnya Partai perlu memfasilitasi para kader dan vote Getter dengan media pendukung seperti buku saku, profil dan rekaman perjuangan partai selama ini, dll.
Dengan adanya keseriusan untuk menggelembungkan suara partai pada Pemilu 2009 mendatang Insyaallah Partai Bulan Bintang bisa kembali memainkan peranan yang penting dan menentukan dalam memperjuangkan kepentingan ummat, bangsa dan negara.
Ditulis oleh Badrut Tamam Gaffas untuk Bulan Bintang Media
Link | Leave a comment | Add to Memories | Tell a Friend
Partai Bulan Bintang Perkuat Basis Massa di Pesantren, Solidkan Peran Ulama untuk membesarkan Partai
Jun. 12th, 2008 | 04:39 pm
location: Lumajang
mood:
happy
Sejuknya udara perbukitan beradu dengan jalanan terjal berbatu-batu, sesekali tampak atribut Partai Bulan Bintang menghias pepohonan disepanjang rute menuju Pondok Pesantren Raudlatul Ulum - Patemon, tempat berlangsungnya Forum Silaturrahim Ulama dan Tokoh Masyarakat se Kabupaten Jember. Moment strategis yang diprakarsai oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Bulan Bintang Kabupaten Jember ini dimaksudkan sebagai ajang konsolidasi internal partai menjelang Pemilu 2009 juga seiring menghangatnya iklim politik di Jawa Timur mendekati pelaksanaan Pilkada langsung baik Pilgub maupun Pilbup dibeberapa Kabupaten seperti di tempat kami Kabupaten Lumajang dimana pasangan SA’AT (Dr. H Sjahrazad Masdar, MA – KH As’at Malik) yang Didukung oleh Partai Bulan Bintang sedang berikhtiar untuk Memenangkan Pilkada pada 23 Juli 2008 mendatang.
Saya bersama dua orang perwakilan DPC PBB Kab. Lumajang (Gugus Sucahyo W dan M Fathkur) selanjutnya bergabung dalam forum tersebut , karena terlambat kami tidak sempat mengikuti Tausyiah dari Para Kyai / Ulama yang hadir pada forum tersebut, saat kami datang H. Tamat Anshori baru saja naik mimbar memberikan pandangan sekilas pokok - pokok perjuangan partai, ketua Dewan Pengurus Wilayah PBB Jatim itu menegaskan pentingnya semua komponen partai merapatkan barisan, membulatkan tekad dan semangat dalam memperjuangan aspirasi politik ummat Islam. Insiden monas sesungguhnya adalah rekayasa dari kekuatan anti politik islam untuk menggerus kekuatan ummat Islam melalui tuntutan pembubaran FPI serta berupaya mengalihkan perhatian dari kuatnya tuntutan Pembubaran Ahmadiyah.
Revitalisasi Peran Ulama dan Tokoh Masyarakat
Sebagian besar masyarakat menghendaki PBB tetap konsisten dengan perjuangan penegakan syariah, di beberapa daerah PBB bersama komponen ummat Islam lainnya berhasil memperjuangkan lahirnya Perda Syariat. Di Jawa Timur baru Pamekasan yang berhasil menyusun dan mengesahkan Perda yang bernuansa Syariah, langkah tersebut menjadi lebih mudah karena Partai Bulan Bintang di Pamekasan mempunyai Fraksi sendiri serta didukung oleh para Kyai dan Ulama setempat. Karena itu H Tamat Anshori menggarisbawahi pentingnya memperkuat Peran Kyai, Ulama dan Tokoh Masyarakat dalam membesarkan Partai. Dalam setiap proses pengambilan keputusan, Partai hendaknya berkonsultasi dan meminta Tausyiah kepada elemen - elemen tersebut. Sedangkan dalam penjaringan Pengurus dan Calon Legislatif, Partai bersikap terbuka dan membuka diri seluas – luasnya, Jika ada figur di luar kader partai yang dinilai mampu dalam memperjuangkan visi dan misi PBB maka ia bisa direkrut dan berhak dicaleg-kan oleh PBB.
Pak Tamat memberikan tiga formula yang bisa menjadi acuan kriteria bagi calon legislatif Partai yakni figur yang memiliki 3 hal yakni P (Prestasi), B (Bobot alias Kualitas) dan B (Bersih Akhlak dan Aqidahnya)
Senada dengan H. Tamat Anshori, Bang Hamdan Zoelva yang menjadi pembicara terakhir juga menegaskan pentingnya back up dari Kyai, Ulama, Tuan Guru dan Tokoh Masyarakat. Pemilu 2009 sangat menentukan bagi keberlanjutan perjuangan partai di masa yang akan datang karena itu Semua Jajaran Partai baik Pengurus, kader dan Keluarga Besar Bulan Bintang harus tampil All Out dalam membesarkan partai.
Perjuangan dari generasi ke genarasi
Bang Hamdan menggambarkan beberapa episode perjuangan ummat Islam Indonesia mulai dari kebangkitan para pedagang nusantara yang beragama islam dan mendirikan SDI pada tahun 1905 yang kemudian berganti nama menjadi Syarikat Islam (SI) hingga Lahirnya satu wadah partai Islam MASJUMI yang kemudian dibubarkan pada masa Demokrasi Terpimpin Soekarno.
Partai Bulan Bintang merupakan penerus perjuangan Partai Masyumi yang lahir di era reformasi, PBB dideklarasikan oleh 22 Ormas Islam termasuk didalamnya (NU, Muhammadiyah, Persis, Al Irsyad, dll). Dalam Partai inilah keberagamam praktek kefiqihan masing – masing Ormas Islam (NU, Muhammadiyah, Persis, Al Irsyad, dll) diikat dalam satu perjuangan politik.
Piagam Jakarta tertanggal 22 Juni 1945 sesungguhnya merupakan kompromi politik antara Golongan Islam dan Golongan Nasionalis pada saat merumuskan Dasar Negara Indonesia Merdeka, didalamnya tekandung 7 kata yang menjadi Hak Ummat Islam yakni Dengan Kewajiban Menjalankan Syariat Islam bagi Para Pemeluknya, hak inilah yang diperjuangkan oleh Masjumi dalam Sidang – sidang Konstituante yang berakhir dead lock sehingga Presiden Soekarno membubarkan Konstituante melalui Dekrit 5 Juli 1959 dan menyatakan kembali kepada UUD 1945 yang dijiwai oleh Piagam Jakarta.
Jika menelusuri sejarah panjang perjuangan ummat Islam Indonesia sesungguhnya apa yang diperjuangkan PBB saat ini hakikatnya adalah melanjutkan perjuangan dari orang tua, kakek nenek dan buyut kita. Perjuangan Penegakan Syariat Islam ini menjadi ruh yang senantiasa melandasi gerak perjuangan keluarga besar Bulan Bintang dari generasi ke generasi.
Pepatah “Berdiri di hadapan sebuah Tembok”
Bang Hamdan Zoelva menggambarkan alotnya perjuangan Partai Bulan Bintang pada SU MPR 2002 dalam meng-golkan amandemen Pasal 29, tercatat hanya Partai Persatuan Pembangunan terlihat mendukung perjuangan ini, Menurut Bang Hamdan mski sementara perjuangan kandas di parlemen namun ia merasa terkesan dengan Pendapat Akhir Fraski Partai Bulan Bintang yang dibacakan oleh KH Najih Ahjad yakni pada serangkaian kalimat perumpamaan “Saat ini kita tengah berdiri dihadapan sebuah tembok yang belum bisa kita robohkan” .
Bang Hamdan menegaskan betapa saat ini posisi Partai Bulan Bintang masih berdiri kokoh dihadapan tembok itu menunggu saat yang tepat untuk bisa merobohkannya.
Pertanyaannya kini adalah Seberapa siapkah kita untuk merobohkannya ?!?! …Wallahu A’lam
“(Ditulis oleh Badrut Tamam Gaffas, Untuk Bulan Bintang Media )"

